Tampilkan postingan dengan label Hidayat Nurwahid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidayat Nurwahid. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2012

Inilah Keunggulan Calon DKI 1, Hidayat-Didik Menurut Hasil Survei

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei yang dilakukan Laboratorium FISIP Universitas Nasional dan Madani Institute menunjukkan pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini memiliki peluang terbesar untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2012. Lantas faktor apa yang menyebabkan posisi pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera ini berubah dibandingkan dua hasil survei sebelumnya yang dipaparkan lembaga berbeda. Firdaus Syam, pengajar Ilmu Politik Unas sekaligus ketua tim peneliti menyatakan, Hidayat-Didik adalah pasangan yang didukung mesin politik PKS yang terkenal solid. Selain itu, banyak kader PAN yang memberikan respon positif atas majunya Didik Rachbini. "Mesin politik partai yang mendukung keduanya bekerja keras. Soliditas mesin partai terjaga dan hasilnya terjadi penguatan signifikan," kata Firdaus saat memaparkan hasil survei di Gedung Blok III, Kampus Unas, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (2/5/2012).

Selain dukungan partai, kedua anggota DPR ini dianggap sebagai calon yang sejauh ini terlihat paling bekerja keras dan banyak meluangkan waktu untuk menemui warga. Hidayat-Didik juga bisa menata momen dan agenda secara tepat dan bisa menggaet berbagai kalangan masyarakat. "Selebaran Hidayat-Didik juga yang paling banyak tersebar. Ini membantu pengenalan diri keduanya," kata Firdaus. Faktor lain yang dianggap mendukung keunggulan keduanya adalah soal rekam jejak positif dan selama ini dikenal sebagai tokoh dengan integritas moral yang baik. Apalagi ukuran ini masih menjadi salah satu standar penilaian dalam masyarakat agamis seperti di Indonesia. "Keduanya juga unggul dalam hal moral dan watak. Fenomena ini menyangkut sesuatu yang baku di masyarakat dan ini kemudian menjadi harapan masyarakat yang ingin Jakarta menjadi lebih baik," papar Firdaus. Citra negatif yang dimiliki petahana juga mendongkrak dukungan bagi pasangan berlatar belakang dosen ini. Ketidakpuasan warga akan pencapaian pemerintahan saat ini membuat banyak orang berpaling pada kandidat lain yang dianggap potensial. Hal itu terlihat dari tingkat keterpilihan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang dalam survei ini hanya berada di posisi ketiga, di bawah pasangan Hidayat-Didik dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Dari 1.006 responden dari enam wilayah di Provinsi DKI yang berpartisipasi dalam survei ini 35,9 persen di antaranya menyatakan akan memilih pasangan Hidayat-Didik, 26,3 persen lainnya memilih Jokowi-Ahok, dan sebanyak 26 persen responden memberi dukungan pada Foke-Nara. Yang mengherankan, Pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono yang didukung parpol besar sekelas Golkar justru terjerembab di posisi ke lima dari enam pasangan bakal calon. Alex-Nono hanya mengantongi 3,8 persen dukungan responden, masih di bawah pasangan dari jalur perseorangan Faisal Basri-Biem Benjamin yang memperoleh 5,1 persen suara. Sementara itu, posisi terbawah masih ditempati pasangan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria. http://pilkada.kompas.com/berita/read/2012/05/03/11284430/Ini.Keunggulan.HidayatDidik.Menurut.Hasil.Survei
More aboutInilah Keunggulan Calon DKI 1, Hidayat-Didik Menurut Hasil Survei http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Senin, 12 Maret 2012

Berapa Besarkah Peluang Hidayat Nurwahid di Pilkada DKI Jakarta ?

Jakarta Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga saat ini belum menentukan siapa nama yang akan dicalonkan untuk bertarung di Pilgub DKI 2012. Beberapa nama sudah dimunculkan oleh partai dakwah tersebut, salah satunya Hidayat Nurwahid. Bagaimana peluangnya?

Sebagai informasi, Hidayat dilahirkan di Klaten, Jawa Tengah pada 8 April 1960. Sempat mengenyam pendidikan tingkat dasar di kampung halamannya, Hidayat muda melanjutkan jenjang pendidikannya di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur hingga ke Arab Saudi.

Setelah pulang ke Tanah Air, Hidayat sempat aktif mengajar di beberapa universitas, sebelum akhirnya memutuskan bergabung di Partai Keadilan (kemudian berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera). Hidayat juga menajdi salah satu pendiri dari partai berbasiskan agama tersebut dan pada 2003 terpilih menjadi Presiden PKS.

Di bawah kepemimpinannya, meskipun ini bukan merupakan satu-satunya faktor, Partai Keadilan Sejahtera berhasil melipatgandakan suaranya pada Pemilu 2004 sebesar 600%. Partai Keadilan yang pada Pemilu 1999 hanya memperoleh 1,3% suara nasional, meraih 7,34% pada pemilu 2004. Untuk partai yang baru dideklarasikan pada tahun 2003, perolehan tersebut merupakan sebuah prestasi yang amat mengesankan.

Meningkatnya perolehan suara dari PKS secara nasional juga otomatis karena terdongkraknya suara PKS di daerah terutama di Jakarta. PKS berhasil memperoleh suara sebanyak 24,4 % dan artinya bisa mencalonkan cagub sesuai dengan keinginan mereka tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Sayangnya pada pemilihan gubernur tahun 2007 pasangan dari PKS harus kalah dari pasangan dari koalisi gabungan partai di DPRD DKI Jakarta.

Pada pemilu 2004, Hidayat yang juga merupakan caleg PKS dari dapil DKI bisa duduk sebagai anggota DPR RI. Saat itu, dia memperoleh suara cukup tinggi di DKI Jakarta. Dalam masa tersebut, pria berjanggut tipis ini terpilih menjadi Ketua MPR.

Dengan masih dibukanya pendaftaran calon gubernur di DKI, masih belum menutup kemungkinan akan majunya nama Hidayat Nurwahid sebagai salah satu calon alternatif. Apalagi dari internal PKS sendiri belum menentukan siapa yang akan diusung dan juga tidak menutup kemungkinan akan dimajukannya Hidayat, membuat peluang Hidayat masih terbuka lebar.

Juru bicara PKS Mardani Ali Sera saat dikonfirmasi mengaku bahwa berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Termasuk soal memajukan Hidayat untuk posisi DKI 1.

"Sani (Triwisaksana) adalah usungan dari DPW DKI dan sangat diapresiasi dan didukung DPP. Tapi PKS punya banyak tokoh nasional, jadi HNW (Hidayat) bisa juga diturunkan," jelas Mardani saat dikonfirmasi, Jumat (9/3/2012).

Pemungutan suara Pilgub DKI Jakarta akan digelar Rabu 11 Juli 2012. Hanya satu pasang kandidat yang telah pasti bertarung yaitu Alex Noerdin-Nono Sampono yang diusung Golkar, PPP dan PDS. (riz/mad)

http://news.detik.com/read/2012/03/13/065542/1865381/10/?992204topnews
More aboutBerapa Besarkah Peluang Hidayat Nurwahid di Pilkada DKI Jakarta ? http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel

Kamis, 08 Maret 2012

PKS Mulai Siapkan Hidayat Nurwahid untuk Gubernur DKI

Jakarta PKS rupanya punya strategi cadangan untuk menghadapi Pemilukada DKI. Satu nama khusus disiapkan guna memenangi pertarungan di Jakarta. PKS menyiapkan Hidayat Nurwahid! Wow!

Informasi yang dikumpulkan detikcom, Jumat (9/3/2012), saat ini PKS masih terus melakukan kontak dengan Fauzi Bowo, incumbent yang sudah didukung Partai Demokrat (PD) untuk jadi cagub periode berikutnya. Komunikasi politik yang dibangun bila sukses akan mengerucut pada duet Fauzi Bowo-Triwisaksana atau Foke-Sani.

Nah, tapi lobi-lobi yang dilakukan masih alot. Soal mahar kabarnya sudah mencapai kesepakatan, namun masih mentok pada soal kerja di lapangan.

PKS kabarnya ingin bila Foke memenangkan kursi gubernur, saat menjabat nanti mau berbagi dengan Sani. Setiap pergeseran pejabat di lingkungan Pemprov DKI harus seizin Sani. Syarat ini yang masih dirundingkan. PKS tidak ingin Sani hanya seperti Prijanto yang hanya dijadikan 'pajangan'.

"Untuk mengantisipasi kegagaglan deal dengan Foke, Hidayat disiapkan," terang sumber detikcom di PKS yang enggan disebutkan namanya.

Kenapa Hidayat menjadi pilihan? Salah satu alasannya sosok Hidayat sudah dikenal luas publik Jakarta. Sosok Hidayat pun tidak diragykan kredibilitasnya. Selain itu, PKS juga sudah memenuhi syarat untuk mengusung calon gubernur, tanpa koalisi dengan parpol lain.

Sayangnya, sumber resmi PKS yang dikonfirmasi belum mau berbicara. Sekretaris Pemenangan Pilkada Wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat dari PKS, Yudi Widiana hanya menjelaskan, setiap perubahan nama calon harus dikomunikasikan dengan Triwisaksana yang selama ini sudah digadang-gadang PKS.

"Setiap perubahan kebijakan harus dikomunikasikan dulu dengan Bang Sani," jelas Yudi saat berbincang.

Menurut Yudi, semua hal masih mungkin sebelum deklarasi. Namun dia menegaskan saat ini masih Sani yang dijadikan andalan. "Lagipula nama-nama tokoh nasional yang bisa mengimbangi Foke bukan hanya HNW (Hidayat Nurwahid) saja," jelas Yudi.

More aboutPKS Mulai Siapkan Hidayat Nurwahid untuk Gubernur DKI http://3.bp.blogspot.com/-FKB-bxL3OqE/UIhFrTOWvJI/AAAAAAAAAMs/hAm141vpVbw/s640/Petua+Isteri+Tewaskan+Suami+Di+Bilik+Tidur.jpg
video ml di hotel